Oleh: sembara | November 12, 2007

Nenek MOyanG BangSa Indonesia

menarik sekali bahasan di kaskus mengenai nenek moyang bangsa indonesia salah satu postingan dari id sharsono sebenarnya perlu dikaji lebih, ilmu sejarah yang kita pelajari dari tahun mbah uyut sampai saat ini hanya menerangkan data sebagai berikut

MIGRASI RUMPUN MELAYU AUSTRONESIA

* Tadinya hidup di Indo-Cina[Vietnam], kemudian mencari daerah yg lebih luas dengan perahu bercadik[bersayap].

* 2000-300SM perpindahan Melayu Autronesia dari Teluk tonkin ke pulau2x nusantara melalui 2 jalur:1. Selatan[penyebaran kebudayaan kapak persegi] 2. utara[penyebaran kebudayaan kapak lonjong.

* Wilayah penyebaran rumpun Melayu Austronesia: Kep. Indonesia, Kep. Malaysia, Kep.Mikronesia. Kep Polinesia. Wil ini dr P.Madagaskar-P. Paskah –Kepercayaan nenek moyang: Animisme & dinamisme

Namun kalau difikir secara nalar sebagaimana tulisan sharsono dalam forum tersebut

Saya tidak yakin bahwa nenek moyang saya datang dari Yunan atau dari Bombay. Walaupun ada bumbu dan pembauran dengan mereka dalam beratus-ratus tahun.

Mungkin nanti 1000 tahun lagi ada yang bikin buku sejarah bahwa orang Indonesia keturunan bangsa Amerika karena ditemukan bukti-bukti peninggalan bungkus mcdonald dan KFC di Indonesia. Atau bisa jadi keturunan orang Inggris karena ditemukan kerangka tank scorpion.

Menurut kenyataan, suatu rombongan bangsa yang sudah maju keadaan hidupnya itu selalu memegang teguh: identitas kepribadiannya sebagai bangsa, termasuk mempertahankan bahasanya, sastranya, kepercayaannya, kebudayaannya, keseniannya dan lain sebagainyayang menjadi milik pembawaan bangsa tersebut. Mereka tidak mau merubah, mengganti dan membuang identitas mereka, bahkan selalu berusaha untuk mempertahankan dengan gigih.

Nah kalau rombongan dari Yunan pada 300 tahun sebelum masehi datang ke Indonesia kemudian berubah dan berkembang dengan cepat menjadi suku Minang – Batak – Jawa – Madura – Sunda dsbnya yang berbeda-beda dalam bahasa dan budayanya apakah itu mungkin ?

Apalagi kedatangan bangsa Keling dibawah pimpinan Ajisaka, saya melihat sepertinya dibuat-buat oleh para pimpinan Depdikbud kita … gak tahu alasannya kenapa … mungkin karena doyan dengan musik dang dutnya.

Lihat aja Mesir, dimasuki bangsa Arab sampai akhirnya sekarang bangsa Mesir berubah menjadi bangsa Arab. Budaya Arab masuk semuanya kesana. Bukankah akan demikian halnya dengan Indonesia kalau pada saat itu di datangi bangsa Cina yang kuat, sedangkan di Indonesia belum ada apa-apa, pasti dong sekarang kita semuanya bisa cakap mandarin.

 

lahirnya bahasa dan huruf jawa yang dibawa oleh orang India itu masih tetap bikin bingung saya.

Bangsa besar dan kuat yang datang dengan rombongan pasti akan mempertahankan bahasa dan budayanya.

Lihat saja bangsa Arab, pada abad ke 8 masehi sudah kuat dan maju keadaan hidupnya, menaklukkan beberapa bangsa sampai ke Andalusia, Spanyol. Lihat sekarang, Iran, Iraq, Afghanistan, Syria, Yordan, Turki, Mesir dan banyak Negara Afrika Utara yang menggunakan bahasa Arab dan abjad Arab. Bukan dibuatkan bahasa khusus satu per satu dikarang lagi, apalagi berubah menjadi bangsa baru.

Kemudian coba lihat bangsa Inggris, menaklukkan banyak bangsa diberbagai penjuru dunia kemudian meninggalkan bahasanya ditempat yang ditaklukkan, bukan membuat bahasa baru. Walaupun mendirikan Negara dengan nama baru, misalnya Australia atau Selandia Baru, tapi tetap bahasa dan budayanya dibawa dan ditanamkan.

Mungkin kalau di film science fiction seperti star trek, gene Rodenberry bisa mengarang bangsa baru dengan bahasa baru seperti bangsa klingon dengan bahasa klingon … tapi siapa yang mau ngerti bahasa klingon, sutradaranya aja gak ngerti. Apalagi untuk dipakai membuat script film baru.

 

Lha koq ini Raden Mas Adji Saka bisa duduk termenung sejenak melihat dua mayat pembantunya terus langsung bikin cerita pakai bahasa baru dan menulis pakai abjad baru.

 

(Meganthropus Paleo Javanicus) ditaksir hidup 600.000 tahun yang lalu. Ditemukan di desa Sanggiran lembah bengawan Solo, Didaerah Kaliyoso sebelah utara kota Surakarta. Kalau Ali Bhuto ditemukan di Pakistan.

Kemudian setelah itu ditemukan balung yang lebih kecil di daerah Mojokerto dinamai Homo Mojokertansis yang ditaksir hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu.

 

Terus ditemukan lagi Pitecanthropus erectus yang diperkirakan hidup 400,000 tahun yang lalu di desa Trinil, daerah Ngawi, Madiun.

Antara 300.000 s/d 75.000 tahun yang lalu lembah Bengawan Solo itu masih tetep ngetrend untuk daerah tempat tinggal seperti pondok indahnya jaman dulu, buktinya ditemukan Homo Ngandongensis yang diperkirakan berumur segitu didesa Ngandong, lembah Bengawan Solo.

Terus ada lagi yang umurnya sekitar 1 juta tahun tapi masih di hitung/diteliti yaitu Homo Wajakensis ditemukan didesa Wajak, Tulungagung.

lha kalo ketemunya bolak balik disekitar pedesaan, kan mudah diterka bahwa para almarhum tersebut adalah

 

Masuknya bangsa asing yang kemudian berasimilasi dengan penduduk asli itu saya percaya benar terjadi, baik dengan yang datang dari Yunan maupun dari India. Tapi itu tidak berarti bahwa penduduk aslinya hilang lenyap.

Mungkin bila kita berhasil menemukan peninggalan budaya mereka yang bukan India atau Cina, mungkin kita bisa pelan-pelan menemukan nenek moyang kita

sorry pak sharsono belum minta ijin untuk copas disini namun demi pengetahuan anak cucu kita saya memberanikan diri copas disini

masih panjang dan lebar tulisan dia diforum tersebut semoga saja nenek moyang kita bisa ketahuan kebenarannya karena saya merasa bukan keturunan india, dilihat dari peninggalan tengkorak tengkorak /fosil yang ada tapi kapan yah perasaan penelitian di indonesia gak segencara negara lain apakah karena negara indonesia lebih senang keturunan bangsa asing ???

 

 



Responses

  1. PERTAMAX

  2. Saya sependapat dengan Pakde Shar. Ndak mungkinlah kalau benar dari Yunan kita ngak bisa bicara Cina.

  3. Ya ndak sesederhana gitu dong.
    Maksudnya orang indonesia dari cina adl bhw di kawasan yunnan dan hainan itulah pertama kali ras austronesia bermukim. Sdgkan ras mongoloid yg skg mjd penduduk cina sekarang berasal dari sekitar mongolia dan manchuria. Mereka mendesak ke selatan hingga yunan. Dalam benturan dua budaya itu timbul asimilasi or akulturasi bahkan pengusiran.
    Dalam hal tsb, ras austronesialah yg menyingkir (kalah). Mereka kmd menyingkir ke hainan dan formosa sambil membawa kebudayaan asli ataupun hasil akulturasi dg bangsa mongoloid.
    Dan masih panjang lagi ceritanya hingga sampai ke tanah nusantara dan kepulauan paskah serta madagaskar.
    Tetap ada saling mempengaruhi antar budaya. Namun secara genetik, ras austronesia adalah campuran gen kaukasoid (bangsa indoarya india), gen mongoloid (bangsa cina daratan (ini yg dominan)) dan gen melanesoid (sejenis bangsa papua). Yah, begitulah yg membentuk diri dan kebudayaan moyang kita dulu.

  4. Setuju, setuju, setuju..!

  5. Setuju,
    bangsa kita itu adalah ras mongoloid subras melayu.
    Bangsa austronesia(subras melayu) telah banyak yang bercampur dengan australoid, sehingga menghasilkan keturunan bangsa Indonesia sekarang ini.

  6. Setuju kita memang ras austronesia, hanya mengomentari dari hasil penelitian gen dan DNA, sudah disimpulkan bahwa tidak mungkin spesies homo sapiens2 (manusia sekarang) ini evolusi dari homo erectus, piteantropus erectus, dll… Jadi homo sapiens2 bukan dari monyet, jangan sampai sangking tidak ingin mengakui bahwa kita keturunan austronesia malah kita mengakui kita evolusi dari monyet… Spesies homo sapiens2 berasal dari afrika, semua dari afrika dari sekitar 200 ribut tahun yang lalu (walau ini sekarang ada perdebatan lagi).. semua ras dan bangsa yang ada termasuk kaukasia (orang eropa) dari afrika ini.. Salam

  7. menurut saya.nenek moyang orang indonesia bukanlah dari india melainkan dari yunan ,karena,walaupun ga bisa bahasa mandarin orang indonesia lebih mirip orang china:agak sipit hidung nga mancung(ras mongoloid) – ketimbang orang india yg hidungnya mancung,rambut ikal,mata lebar, tinggi2x.orang indonesia sebagian besar berkulit kecoklatan karena tinggal di wilayah tropis,sedangkan orang RRC berkulit kuning karena tinggal di wilayah subtropis,coba kalo orang RRC berjemurdiri setiap hari sebulan, kan kulitnya menjadi coklat karena panas matahari.

  8. Sebenarnya ras dan budaya tak ada hub yg signifikan.
    Banyak ras melanesia yg berbudaya austronesia (mis: suku2 di kep maluku selatan).
    Namun, memang benar kalau moyang bangsa indonesia berasal dari utara (asia timur) dan bersubras austronesia. Namun betul jika sdh tidak “murni” lagi, karena selama proses migrasi telah banyak bercampur dg ras lain seperti mongoloid, indo-arya, negrito, melanesoid juga weddoid. Jadinya orang indonesia asli adalah GJB (gak jelas blas!) :-D

  9. Saya sependapat dengan artikel ini bisa tukar links biarpun blog nanti sedehana tapi kasunyatan yang diberikan oleh kenyataan. supaya kita lebih mencintai Tanah Air kita dan sejarahnya..Tendensius disini tidak ada tapi bisa dadi wong jowo yo blajar jowo maneh tul gak rek!! Suwun

  10. Lha kalo orang kubu,dayak,asmat.. Nenek moyangnya dari mana yah..?

  11. org indonesia tu yg bner kturunan arab.
    gak percaya?
    liat aja dalam Qur’an. manusia adalah kturunan anak adam dan hwa.
    nah adam n hawa kan ktemu nya di arab, otomatis bkin anaknya di arab.
    jadilah penduduk bumi sbg kturunan arab.
    selesai kan?.,
    msak sejarahwan n strata arkeolog klah sma aq? hahahahahaha

  12. ndak soal harus pilih pilih siapa nenek moyang kita, pastinya kita akan jadi moyangnya anak cicit kita nanti…lha sekarang kita tulis sejarahnya. Kepriben…kang???

  13. ………………………..

  14. setuju lah

  15. andaikan bisa ku ulang waktu……….
    haduhhhhh,,,,,,,,,,penasaran siapa ..? darimana?kapan? orang indonesia yang sesungguhnya……….

  16. entah dari manapun nenek moyang kita itu yg pasti mereka adlh orang2 hebat. kata lagu: “nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarungi samudra, menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa”

  17. maksud nya org indonesai itu yang mana apakah suku jawa? bukan hanya org jawa yang disebut indonesia tapi seluruh dari sabang sampai merauke

  18. Wacana yg bagus & menarik, positifnya memancing keinginan mengetahui asal bangsa..

    Coba simak referensi berikut:

    BANGSA MELAYU KETURUNAN NABI IBRAHIM DARI ISTRINYA YG KE-3(KETURAH)

    keturunan dari istri ke 3 abraham keturah
    Menurut sebuah manuskrip kuno, bangsa Melayu berasal dari keturunan Nabi
    Ibrahim dgn isteri ketiga beliau bernama Siti Qatura/Keturah.

    Setelah kewafatan Sarah, Nabi Ishak a.s. telah merayu Nabi Ibrahim a.s.
    untuk berkahwin dengan ibu angkat beliau dari kerajaan Champa Kuno (bukan
    Champa Baru di era Angkor). Akhirnya Nabi Ibrahim a.s. bersetuju dan
    berkahwin dengan Siti Keturah dan telah dikurniakan Allah 6 orang anak
    - Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak dan Shuah. Anak-anak mereka inilah
    menjadi pengasas kepada bangsa Melayu.

    Melayu diambil dari perkataan ‘Mala’ (nama bangsa asas Keturah). Nama ini
    sama dengan nama yang tertulis dalam manuskrip yang dikaji oleh Ralph
    Olssen. Bukan itu sahaja, keturunan Keturah inilah yang ramai tinggal di
    Tanah Melayu, Sumatera, Jawa, Borneo, Sulawesi dan Mindanao. Kesemua tempat
    ini merupakan tempat yang mempunyai tulisan purba yang diadaptasi dari
    tulisan Semitik Purba. Tulisan Rencong adalah tulisan rasmi Melayu.Jawa dan
    Bugis juga mempunyai tulisan yang hampir serupa. Agama rasmi Melayu adalah

    agama Jawi. Agama Jawi adalah agama Nabi Ibrahim a.s. Penggalian di sebuah
    daerah di Jordan menemukan kota purba yang bernama Jawi/Jawa.

    Keturah bukanlah Melayu. Walaupun beliau melahirkan bangsa Melayu, Keturah
    adalah daripada bangsa Mala. Melayu adalah bangsa Mala yang mempunyai darah
    keturunan Nabi Ibrahim a.s.

    Semua bangsa seperti Jakun, Iban, Kadazan, Melanau, Bajau, dan seumpamanya
    adalah merupakan bangsa asal Mala. DNA bagi bangsa ini adalah 01m-19a. Ini
    menerangkan Keturah mungkin berasal dari satu kerajaan purba yang sedia ada
    di Timur ketika zaman Nabi Ibrahim a.s.

    Bagaimana Ptolemy boleh mengetahui peta lengkap Semenanjung Tanah Melayu
    pada abad kedua Sebelum Masehi berserta gelaran Golden Chersonese
    (Semenanjung Emas) padahal mengikut sejarah moden orang-orang Barat hanya
    sampai di dunia sebelah sini selepas ekspedisi penjelajah Sepanyol dan
    Portugis seperti Magellan? Sama seperti Piri Reis yang membuat peta paling
    misteri di dunia berdasarkan manuskrip peta-peta kuno, Ptolemy juga mendapat
    sumber yang sama,dari manuskrip peta-peta kuno lama sebelum era Yunani,
    sebahagiannya dari era Firaun kuno.

    Suku kaum Aryan ini adalah kaum pahlawan yang memiliki kepakaran dalam
    kesusasteraan Vedic India/Parsi.Para sarjana geneologi dan antropologi telah
    mengkaji kaum Aryan ini sejarahnya dapat ditelusuri sehingga kerajaan purba
    Scythia iaitu satu kawasan yang melewati perbatasan Parsi-India,lebih utara
    dari Bactria.

    Ramai sarjana mempercayai agama purba Zoroester berasal dari timur Iran di
    mana kaum Kambuja berasal.

    Beberapa sarjana telah menjejak misteri kaum Aryan ini sehingga ke inkripsi
    purba Iran yang ada menyebut nama Kambujiya,satu keturunan diraja.Kambujiya
    adalah nama dalam Parsi Kuno.Nama Kambujiya di dalam bahasa Yunani ialah
    Cambyses. Kambujiya atau Kambaujiya adalah nama kepada beberapa raja-raja
    Parsi dalam dinasti Achaemenid.

    Emperor Cambyses adalah warisan dari Madayu (Mada,Medes,Madyan,Midian,Medea)
    telah memerintah lebih lama sebelum Cyrus The Great menaiki takhta.

    Lihat puzzle setakat ini:
    Keturah,
    Nabi Ibrahim,
    Jawi,
    Cambyses
    Kambuja
    Scythia
    Manessah
    Mala
    Malai
    Mada
    Mada-yu
    Mala
    Mala-yu

    Siapakah The Lost Tribe of Mala? Apa kaitan The Lost Tribe of Israel
    (Manessah dari jurai keturunan Joseph/Nabi Yusof) dengan bangsa Mala? Apakah
    yg berlaku antara bangsa Melayu dan Yahudi 2,000 tahun sebelum masehi? Jika
    Red Indian dan Tanah Amerika bukan ‘The Promised Land’ jadi dimanakah ‘The
    Promised Land’ sebenar?

    “Menurut Ibnu Athir, seorang ahli sejarah Islam terkenal, bangsa Melayu
    dikatakan berasal dari keturunan Nabi lbrahim a.s. Bangsa Melayu, menurut
    beliau, ialah Bani Jawi, iaitu keturunan lbrahim a.s., dari isterinya yang
    ketiga bernama Qatura. Bagi anak-anak dari keturunan Qatura ini, baginda
    telah memerintahkan agar berpindah ke timur dengan memberikan
    bekalan-bekalan yang perlu bagi memulakan hidup baru, maka mereka pun
    meninggalkan tanah Kanaan untuk berpindah ke timur. Dikatakan bahawa Nabi
    Ibrahim a.s, itu melahirkan tiga keturunan yang besar, pertama ialah bangsa
    Arab, dari keturunan anaknya Ismail a.s, kedua ialah bangsa Israel dari
    keturunan Ishak a.s, dan ketiga ialah bangsa Melayu (Bani Jawi) dari
    keturunan anaknya menerusi perkahwinan dengan Qatura. Sejak dari zaman
    dahulu lagi orang-orang Arab memanggil kepulauan Tanah Melayu ini sebagai
    Tanah Jawi. Bani itu bererti anak-anak atau keturunan, sebagaimana juga nama
    Bani Lavi (Levi) dari 12 keturunan bangsa Israel (ibid).”

    Data-data khusus mengenai hal ini terungkap jelas dalam berbagai kitab, baik qur’an, injil, taurat dan saling melengkapi nubuat jayabaya maupun uga wangsit siliwangi, juga sabda palon nayagengong dari prabu brawijaya lima, perihal kebabgkitan bangsa ini.

    Akhir semua rahasia terkuat (QS ath thaarig:ayat 9) “padahari dinampakkan segala rahasia”.

    Kitab-suci tidak lagi menjadi barang klenik & perihal eskatologi, kebatuan manusia mempertahankan agama masing-masing membaca kitab-kitab tersebut terpelihara sampai ke kita (manusia akhir zaman versi matius).

    Menjadikan sarana mengenali sejarah, menjadi sumber yang komprehensif, jadi bacaan ilmiah bukan agamis.

    Jika kawan-kawan berniat mendapat data lebih lengkap dengan bukti yang tidak sunjective, dapat merespon ke email berikut:
    Sethabram789@gmail.com

    Semoga dapat pencerahan & tetap mencari kebenaran.

  19. Btw apa ada bukti adam manusia pertama?
    Versi al qur’an menjelaskan bahwa adam ‘khalifah’ pertama, khalifah bermakna pemimpin, atau yang memimpin, bukan memimpin bumi & isinya tentunya, tapi memimpin manusia, adalah janggal ketika pemimpin diciptakan sebelum yang dipimpinnya lahir, belum ada hawa lho..

    Cobak simak QS Al baqaraah ayat 30:
    “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat:
    Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.
    Mereka berkata:
    Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah’ padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?
    Tuhan berfirman:
    Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Adam dijadikan khalifah, malaikatpun memprediksikan perbuatan manusia menghancurkan & menumpahkan darah dibumi, pastilah berdasarkan habitat manusia sebelum adam dijadikan khalifah, karena hanya Allah yang maha mengetahui hal yang mereka tidak ketahui yaitu masa depan.

    Dalam versi injil:
    Kita mengetahui kejadian pembuhan anak adam oleh saudaranya.
    Kemurkaan Allah dapat disimak dalam
    Kejadian 4:10
    “Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.” (Kejadian 4:10-15).

    Dapat disimak, mengapa kain takut dibunuh orang-orang yang akan bertemu dengannya, sampai Allah memberi tanda di dahinya sebagai tanda bagi orang-orang untuk tidak membunuhnya, darimana asal orang-orang ini?

    Seru ya..
    Saya fikir banyak hal yg perlu diteliti ketimbang fakta yang kita dapat dari nenek moyang maupun orang banyak,
    Adalah hal baik memposisikan diri sebagai pencari ketimbang melecehkan hasil observasi yang kurang objectiven berilah penangguhan dengan ilmiah seperti yang di sajikan pemilik blog ini..anda hebat bung!

    • aku setuju klo nenek moyang kita ya dr daerah masing masing…bukan import. betul ga teman ???

  20. aku tertarik sama ceritanya

  21. klo aku pikir secara logika …tidak mungkin nenek moyang itu import dari negara lain..ya ga masuk akal lah. dibanding dg negara2 yg ada didunia…indonesia adalah yg paling komplet….jadi ga mungkin & imposible klo import nenek moyang….klo export nenek moyang sih iya ….kayak exportir tkw aja…heeheheheh

  22. ada benarx juga sih,,
    tp agak beda dgn yg diterangkan pak guru d skolah.
    tp sy lbh ngedukung yg ini!

  23. Kalau kta kturunan india pastilah hidung kta mancung, heee..

  24. tauk ah.ribut amat.yg penting indonesia maju.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: